

Masakan Jepang di Moskow telah jauh melampaui roll "Philadelphia". Hari ini di kota ini beroperasi puluhan sushi bar serius — dari omakase intim untuk sepuluh tempat duduk hingga proyek multi-ruang dengan format izakaya dan menu pan-Asia. Kami mengumpulkan 18 sushi bar terbaik Moskow yang menetapkan standar masakan Jepang di ibu kota. Dalam daftar ini ada restoran dengan pasokan ikan sendiri, set signature, dan chef yang menjalani pelatihan di Tokyo.
Proyek Jepang intim yang dibangun di sekitar filosofi omakase — format di mana tamu sepenuhnya mempercayakan pilihan hidangan kepada chef. Di balik meja bar bekerja chef Aleksey Lopatin, yang mengasah tekniknya di Nobu Tokyo di bawah bimbingan Nobuyuki Matsuhisa dan di Sushi Nakazawa New York bersama Daisuke Nakazawa. Pengalaman ini menentukan segalanya — dari ritme penyajian hingga pilihan ikan.
Menunya dibangun di sekitar rangkaian terbatas: sushi, sashimi, nigiri dari ikan musiman dan makanan laut kelas premium. Setiap set orisinal, pengulangan antarkunjungan hampir tidak pernah terjadi. Koleksi sake dikurasi oleh Mikhail Polkin, daftar koktail disusun di sekitar konsep warna — setiap minuman punya gagasan kromatiknya sendiri.
Ruang dirancang oleh biro Natalya Belonogova: lengkungan bata, furnitur kayu terang, meja bar sebagai elemen sentral. Minimalisme di sini bukan gaya, melainkan kebutuhan fungsional — tidak ada yang boleh mengalihkan perhatian dari prosesnya. Jun adalah salah satu dari sedikit restoran omakase di Moskow tempat format dijaga tanpa kompromi.
Restoran White Rabbit Family yang menempati dua lantai teratas hotel "Azimut" — dengan panorama Moskow yang berfungsi sebagai hidangan tersendiri. Dapur dipimpin chef Aleksey Kogay, brand chef seluruh grup Vladimir Mukhin menentukan arahnya. Fokusnya — makanan laut Timur Jauh: tiram, kepiting, kaviar, udang, bulu babi, spisula.
Menunya dibagi menjadi beberapa bagian. Raw bar menawarkan sashimi, crudo, ceviche, carpaccio. Bagian Asia — tartar salmon dengan mangga, belut sungai, perut tuna dalam saus teriyaki. Bagian panas — tataki, tempura, hidangan panggang. Sakhalin bekerja sebagai restoran seafood yang utuh dengan aksen Jepang, bukan sushi bar spesialis sempit.
Interior dirancang oleh studio "Geometria" milik Irina Glik: palet warna tenang, cahaya redup, kaca panorama. Suasananya sengaja tidak mencuri perhatian — pemandangan yang mengambil alih peran itu. Salah satu sushi bar terbaik Moskow bagi mereka yang mementingkan ketinggian — baik secara harfiah maupun gastronomi.
Proyek bersama Anton Pinsky dan Denis Romanov, dibangun di sekitar prinsip api hidup: di sini tidak ada kompor listrik, oven, atau penggorengan. Semua hidangan panas melalui panggangan khusus di dapur terbuka. Ikan untuk sushi dan sashimi didatangkan dari berbagai penjuru dunia — logistiknya disusun demi kesegaran, bukan kemudahan.
Chef Maksim Samonov memadukan keahlian potong Jepang dengan teknik api terbuka. Menunya memadukan hidangan mentah — nigiri, sashimi, roll — dengan hidangan panas: ikan dan makanan laut di atas bara, daging panggang, sayuran dengan sentuhan asap. Kontras suhu dan tekstur inilah yang menjadi daya tarik utama makan malam. Daftar koktailnya berorientasi pada distilat Jepang.
Interior dibuat dalam nuansa alami hangat dengan dominasi batu dan kayu. Area dekat panggangan adalah tempat terbaik: menyaksikan kerja para chef di sini termasuk bagian dari pengalaman yang dibayar. Amber adalah sushi bar bagi mereka yang menginginkan bukan hanya rasa, tetapi juga pertunjukan.
Proyek White Rabbit Family yang berada satu lantai di atas "Gorynych" di Boulevard Rozhdestvensky. Konsepnya memadukan tradisi izakaya Jepang dengan teknik kuliner Peru — kombinasi yang di Moskow hampir tidak pernah ditemui sebelum Ikura. Brand chef Vladimir Mukhin, di dapur — Dmitry Lim, yang dikenal dari kerjanya di beberapa proyek WRF.
Menunya dibangun di sekitar dua kutub: di satu sisi — sushi, sashimi, tartar; di sisi lain — hidangan nikkei: tiradito, ceviche, anticuchos. Ikan dan makanan laut didatangkan setiap hari, pilihannya tergantung musim. Bagian robata layak mendapat perhatian khusus — hidangan panas di atas panggangan Jepang. Daftar sake-nya luas, koktailnya orisinal.
Ruangnya bertingkat: area bar, ruang utama, meja privat. Suasananya lebih mendekati klub malam daripada restoran klasik — musik lebih keras, cahaya lebih redup, tempo lebih cepat. Restoran Jepang di Moskow bagi mereka yang menginginkan sushi dan energi dalam satu tempat.
Bistro wellbeing kedua dari Boris Zarkov dan Kseniya Sobchak dalam naungan White Rabbit Family. Gerai pertama di Bolshaya Nikitskaya menetapkan formatnya — makanan sehat tanpa kesan terbatas. Di Belaya Ploshchad konsepnya diperluas: muncul pizza, ruangnya diperbesar, ditambahkan ruang-ruang baru.
Bagian sushi She adalah salah satu kekuatan menunya. Roll, nigiri, dan sashimi dibuat dari ikan segar yang dipasok setiap hari. Bersamaan dengan itu beroperasi dapur panas dengan penekanan pada keseimbangan: bowl, salad berprotein, sup, hidangan kukus dan panggang. Dessert — tanpa gula rafinasi. Minuman — matcha, kombucha, jus segar, smoothie signature. Pendekatannya: enak sekaligus sehat, tanpa kompromi ke salah satu sisi.
Desainnya terang, lapang, dengan banyak tanaman hijau dan tekstur alami. She dirancang untuk format siang hari — sarapan, makan siang bisnis, pertemuan dengan makan malam ringan. Sushi di sini adalah bagian dari konsep wellness yang lebih besar, bukan cerita tersendiri.
Proyek bersama Glen Ballis, Igor Kukarskikh, dan Boris Panchenko dalam format izakaya — tempat khas Jepang untuk bersantai sambil menikmati sake dan hidangan pembuka. Lucky mereproduksi semangat ini dengan penyesuaian ala Moskow: di sini lebih ramai daripada sushi bar klasik, dan lebih bebas dalam memilih antara tradisi dan orisinalitas.
Dapur dipimpin Glen Ballis. Menunya berfokus pada hidangan pendamping minuman: yakitori, gyoza, tempura, tartar, sushi, dan roll. Ikannya segar, penyajiannya cepat, porsinya dirancang untuk dibagi. Daftar sake-nya salah satu yang paling serius di kota. Koktailnya dibangun di sekitar bahan Jepang: yuzu, shiso, umeshu. Formatnya mengharuskan beberapa putaran pemesanan — seperti di izakaya Tokyo yang sesungguhnya.
Interiornya ringkas: kayu, batu, cahaya redup, meja bar sebagai poros utama. Musik live di malam hari. Lucky bukan sekadar sushi bar, melainkan tempat orang datang untuk menghabiskan malam bernuansa Jepang, dengan makanan enak dan sake yang tepat.
Proyek Lucky Group di bawah pimpinan chef Vasily Zaytsev, yang memadukan tradisi kuliner Tiongkok dan Indonesia. Namanya merujuk pada koji — kultur fermentasi yang digunakan untuk marinasi ikan, daging, dan sayuran. Ini bukan sekadar teknik, melainkan filosofi: fermentasi hadir di setiap lapisan menu.
Restoran ini menempati dua ruangan: ruang utama, didekorasi dalam nuansa hangat dengan furnitur kayu dan cahaya lembut, serta ruang tersendiri dengan meja bar. Menunya terbagi menjadi beberapa bagian: dim sum buatan tangan, mi wok, hidangan wok dan panggangan, sushi dan roll dengan penyajian orisinal. Bagian tersendiri — bebek peking, yang disajikan dalam beberapa varian. Daftar tehnya disesuaikan dengan masakannya: oolong, pu-erh, jenis melati.
Koji adalah salah satu restoran tempat elemen Jepang terintegrasi secara organik ke dalam palet Asia yang lebih luas. Sushi di sini bukan hidangan utama, melainkan bagian dari meja besar, dan justru dalam konteks makan malam bersama itulah ia paling terasa. Restoran Jepang pan-Asia di Moskow untuk rombongan, bukan untuk menyendiri.
Proyek bersama Anton Pinsky, Vitaly Istomin, dan Artem Losev di Bolshaya Bronnaya. Masakannya didefinisikan sebagai Asia non-tradisional — format Jepang klasik diolah ulang sesuai selera kontemporer dengan elemen teknik Peru dan Eropa. Sashimi, roll, dan nigiri berdampingan dengan crudo, tartar, dan hidangan panas dari robata.
Menunya dibangun di sekitar beberapa arah: ikan mentah, makanan laut panggang, hidangan daging dengan marinasi Asia, salad hijau dengan dressing signature. Penyajiannya diperhitungkan secara visual — setiap piring tampak seperti sebuah objek. Daftar koktailnya beraksen Asia: yuzu, matcha, shiso, buah tropis.
Ruangnya dirancang untuk format malam hari: cahaya redup, tempat duduk dalam, bar sebagai zona sosial. Narnia menempati posisi di antara restoran sushi yang ketat dan bar Asia yang trendi — dan berhasil melakukannya dengan percaya diri. Bagi mereka yang mencari sushi terbaik di Moskow di luar kanon Jepang klasik.
Restoran ketiga dari tim Dreamteam, dibentuk oleh Dmitry Tyan. Formatnya — masakan Jepang dengan interpretasi orisinal: sushi, sashimi, hidangan panas, dan daftar sake yang luas. Tyan membawa ke Moskow resep-resep yang sudah teruji di restoran-restoran grup di Petersburg dan mengadaptasinya untuk audiens yang lebih luas.
Program kulinernya memadukan teknik potong tradisional dengan teknik modern: tartar dengan truffle, tempura dari bahan musiman, roll panas dengan isian yang tidak konvensional. Daftar sake-nya salah satu yang paling mendalam di kota: varietas langka, degustasi vertikal, pemilihan sesuai hidangan. Koktail dan anggur — sebagai arah alternatif bagi yang belum siap dengan sake.
Interiornya minimalis, dengan penekanan pada material alami dan pencahayaan lembut. Self Edge Japanese adalah restoran bagi mereka yang cukup memahami masakan Jepang untuk menghargai detail: kualitas potongan, suhu penyajian, keseimbangan nasi dan ikan.
Gastrobar Asia dua lantai milik Ilya Tyutenkov. Konsepnya dijiwai filosofi Timur, sementara bagian visualnya disusun oleh Natalya Belonogova: ruang atas — dalam nuansa pastel lembut, ruang bawah — gelap, dengan elemen neo-barok. Dua lantai — dua suasana berbeda, disatukan oleh satu dapur.
Menunya berfokus pada masakan pan-Asia dengan komponen Jepang yang kuat: sushi dan sashimi, roll dengan topping signature, tartar, makanan laut panas di wok dan panggangan. Andalannya — hidangan robata, tempat ikan dan sayuran mendapat aksen smoky yang khas. Daftar koktailnya dibangun di sekitar distilat Asia dan bahan fermentasi.
Fullmoon bekerja sebagai proyek malam hari: sesi DJ, cahaya redup, meja bar yang panjang. Sushi bar di Moskow bagi mereka yang mementingkan bukan hanya ikan, tetapi juga suasana makan malam larut.
Gastroteater White Rabbit Family di Gang Romanov. Di bawah satu atap tergabung tiga restoran Jepang — Ayu, Uchiwa, dan Tajiri Go, masing-masing dengan spesialisasinya. Brand chef Vladimir Mukhin. Formatnya — omakase untuk rombongan 8 hingga 12 orang: chef sendiri menentukan susunan makan malam, tamu menyaksikan proses memasak.
Ayu berspesialisasi pada sushi dan sashimi dari ikan yang dipasok setiap hari. Uchiwa — pada hidangan panas: tempura, yakitori, teppanyaki. Tajiri Go — pada bagian daging masakan Jepang: wagyu dengan berbagai tingkat marmer, dimasak di atas api terbuka. Makan malam berlangsung seperti pertunjukan: waktu mulai yang tetap, ritme penyajian yang seragam, chef mengomentari setiap hidangan.
Interiornya dirancang seperti panggung teater: dapur terbuka, meja bar berbentuk setengah lingkaran, dekorasi minimal — semua perhatian tertuju pada prosesnya. Wa Garden bukan restoran dalam pengertian biasa, melainkan sebuah pengalaman. Salah satu tempat paling tidak biasa untuk makan malam bermasakan Jepang di Moskow.
Restoran Jepang intim milik Arkady Novikov dengan 30 tempat duduk, terletak beberapa menit berjalan kaki dari TSUM di pusat perbelanjaan "Berlinsky Dom". Salah satu proyek sushi tertua di kota: namanya berasal dari nama keluarga chef pertama yang membuka dapur ini dan menetapkan standar yang bertahan hingga sekarang.
Menunya klasik — sushi, sashimi, roll, hidangan panas masakan Jepang. Ikannya dipasok setiap hari, kualitas potongannya stabil tinggi. Andalannya — roll dengan kepiting hidup, sushi dari tuna pilihan, tiradito. Bagian panas mencakup tempura, sup miso, hidangan wok. Porsinya rapi, penyajiannya presisi.
Interiornya kompak, dengan meja bar dan beberapa meja. Suasananya terkonsentrasi, tanpa keributan. Fumisawa adalah sushi bar bagi mereka yang menghargai kualitas yang teruji dan tidak mencari eksperimen gastronomi. Stabilitas sebagai argumen utama.
Restoran Jepang milik chef Pak Li yang berspesialisasi pada sushi dan makanan laut. Proyek ini mencakup restoran utama dan sushi bar di Pasar Sentral. Menunya mencerminkan tren gastronomi terkini Tokyo — teknik tradisional dipadukan dengan penyajian modern dan kombinasi yang tidak konvensional.
Kekuatan utamanya — pilihan ikan: pasokan langsung memungkinkan menjaga hidangan yang jarang ditemukan di Moskow tetap ada dalam menu. Sushi dan sashimi disajikan per porsi maupun set, hidangan panas — di atas robata dan teppan. Bagian tersendiri — roll signature dengan bahan musiman. Daftar sake-nya disusun berdasarkan wilayah Jepang.
Interiornya ringkas, dengan penekanan pada material alami. Area terbuka pembuatan sushi memungkinkan tamu menyaksikan kerja para chef. Tokyo Sushi adalah sushi bar Moskow bagi mereka yang mementingkan autentisitas teknik dan menu yang selalu diperbarui.
Restoran milik Aleksey Repik, yang didedikasikan untuk masakan Jepang dalam pengertian luas. Namanya diambil dari Prefektur Tottori, yang terkenal dengan bukit pasir dan tradisi perikanannya. Fokusnya pada tiga arah: ramen, wagyu, dan gyoza — hidangan yang di sebagian besar sushi bar Moskow tetap menjadi pelengkap.
Daftar ramennya mencakup beberapa kaldu dasar dengan variasi: tonkotsu babi, ayam, vegetarian berbasis miso. Gyoza — dengan berbagai isian, dari babi klasik hingga udang dengan yuzu. Wagyu disajikan dalam beberapa kategori marmer, dipanggang atau sebagai tataki. Sushi dan sashimi tetap ada, tetapi tidak mendominasi — Tottori lebih tentang sisi panas Jepang.
Ruangnya terbagi menjadi beberapa zona: meja bar, ruang utama, bagian ramen. Suasananya ramai, hidup, jauh dari minimalisme khas sushi bar. Daftar sake-nya dipilih dengan varian langka. Tottori adalah restoran Jepang di Moskow bagi mereka yang ingin keluar dari batasan set sushi.
Sushi bistro milik Glen Ballis dan Aleksey Oganezov, yang berfokus pada pola makan sehat. Konsepnya memadukan elemen gastronomi Jepang dan Korea dengan teknik khas hosper Spanyol — oven api terbuka. Hasilnya — menu di mana ikan mentah dan sayuran panggang bara hadir setara.
Dapurnya menawarkan hidangan ikan dan vegetarian: sushi dari ikan musiman, poke, bowl, salad dengan rumput laut, hidangan panas dari oven. Tidak ada daging dalam menu — fokusnya pada laut dan kebun. Penyajiannya minimalis, porsinya ringan. Minumannya — anggur alami, kombucha, teh, koktail non-alkohol signature.
Interiornya terang, dengan elemen desain Skandinavia dan Asia: kayu, keramik, tanaman hidup. Cutfish adalah sushi bar bagi mereka yang memilih pendekatan sadar terhadap makanan dan ingin mendapatkan ikan tanpa kompromi gastronomi.
Restoran masakan Jepang orisinal di menara "Moscow City", berorientasi pada makan malam bisnis, acara korporat, dan pertemuan yang membutuhkan suasana berstatus. Dapur terbuka, parkir sendiri, ruang ganti tersendiri — infrastrukturnya dirancang untuk format gastronomi bisnis.
Interiornya dibuat dalam gaya minimalisme laut dalam: nuansa gelap, panel batu alam, aksen kuningan. Menunya mencakup sushi, sashimi, dan roll dari ikan yang dipasok setiap hari, bagian tiram, hidangan panas makanan laut. Andalannya — set dari tuna sirip biru, yang memberi nama pada restoran ini. Daftar anggurnya menekankan sampanye dan anggur putih.
Bluefin dirancang untuk publik yang menganggap restoran sebagai bagian dari infrastruktur bisnis. Sushi di sini berada pada level yang stabil tinggi, suasananya pun setara. Bukan tempat paling terjangkau dalam daftar ini, tetapi salah satu yang paling dapat diandalkan untuk makan malam penting.
Proyek tim yang terdiri dari Eduard Lunin, Evgeny Lakotkin, Aleksey Beschastny, Denis Savinets, dan Pavel Fadin. Berlokasi di titik strategis kota dengan pemandangan Boulevard Petrovsky. Konsepnya — masakan Jepang dengan detail Eropa, tanpa keterikatan ketat pada kanon.
Di lantai basement — sushi bar dengan area penyiapan terbuka. Ruang utama — di lantai dasar, dengan kaca panorama dan pemandangan boulevard. Menunya mencakup sushi, sashimi, roll, tartar ikan, makanan laut panas, hidangan daging dengan marinasi Jepang. Daftar koktailnya dibangun dari bahan Asia: yuzu, leci, matcha.
Subzero bekerja sebagai restoran dua format: siang hari — makan siang tenang dengan sushi, malam hari — suasana bar dengan koktail dan musik. Cocok untuk makan siang bisnis maupun makan malam Jumat bersama rombongan.
Proyek chef Sang Keun Oukh, yang sebelum Moskow bekerja di dapur L'Etranger London dan di kapal pesiar privat. Oukh tidak hanya menyusun menu, tetapi juga menciptakan peralatan makan signature untuk penyajian — setiap piring dirancang untuk hidangan tertentu. Tingkat perhatian pada detail inilah yang menentukan keseluruhan restoran.
Dapurnya dibangun di sekitar teknik Jepang klasik dengan sentuhan teknik Eropa di titik-titik tertentu. Sushi dan sashimi — dari ikan kelas premium, hidangan panas — di atas robata dan teppan. Andalannya: tartar tuna dengan minyak truffle, tempura kepiting cangkang lunak, roll dengan wagyu. Daftar sake-nya ringkas namun terpilih dengan cermat.
Interiornya bersahaja, dengan panel kayu dan cahaya atas yang lembut. Hibiki adalah sushi bar Moskow bagi tamu yang memahami perbedaan antara ikan segar dan ikan yang luar biasa. Menutup daftar ini — dan menetapkan nada yang tinggi.
05.04.2025
Tempat terbaik di kota




